|
Alhamdulillah Allah membuka jalan. Seiring waktu yang berlalu, orang tua siswa dan teman-teman ibu ita, sapaan akrab ibu Hosrita Yusda, yang sejak awal telah membantu, semakin percaya dan simpati dengan gerak langkah ibu Ita. Satu persatu dari mereka pun menyatakan diri siap menjadi donatur bagi perjuangan Ibu Ita. Seperti air yang mengalir, jumlah anak yatim yang awalnya hanya 10 orang kini terus bertambah. Tidak hanya terbatas dari sekolah tempat beliau mengajar, anak-anak yatim yang berada di sekitar tempat tinggalnya pun mulai mendapat bantuannya. Bahkan anak-anak dari kelompok pemilah barang bekas (KPB2/Pemulung) juga mendapat perhatiannya. Berkat usahanya, anak-anak KPB2 mulai mau bersekolah. Seiring dengan jumlah anak yatim, dhuafa dan KPB2 yang di asuhnya terus bertambah serta kesadaran ibu ita akan pentingnya ilmu, beliau pun mulai merekrut teman-temannya untuk menjadi relawan bersama beliau guna membina dan mendidik anak-anak asuhnya. Puncaknya pada tahun 2004, dimotori oleh bapak Djanusa, suami ibu ita, didirikanlah sebuah yayasan yatim piatu non panti yang menjadi wadah perjuangan ibu ita dan teman-temannya untuk terus membina dan mendidik anak-anak yatim, dhu’afa dan KPB2. Rumah beliau didaulat menjadi sekretariat dan pusat kegiatan yayasan. Ruang tamu menjadi sekretariat dan halaman rumahnya hanya berukuran 6 x 6 m disulap menjadi tempat pembinaan dan anak-anak asuhnya belajar. Perjuangan yang ia mulai sejak tahun 1998 hingga kini terus berjalan, yayasan yang ia pimpin juga terus berkembang. Hanya saja separuh dari nafasnya kini telah pergi. Sang suami yang siang dan malam menjadi tempat peraduannya ketika lelah, tempat berbagi ketika bahagia, dan aktor dibalik semangat dan kerja keras Ibu Ita kini telah berpulang ke rahmatullah. Semoga Amal Ibadah Almarhum di terima oleh Allah dan mendapat balasan yang berlipat ganda. Amin... Ibu Ita, Ayo kita teruskan perjuangan ini. Kami siap membantu dengan segala apa yang kami miliki. Semoga Allah ridho dengan setiap langkah kita untuk terus berbagi dengan mereka yang kurang mampu. Untuk para pengunjung blog ini, kami tunggu uluran tangan anda!
|
| Leave a Comment: |